Siaran Radio CVC Australia Soal SVLK
Praktek penebangan hutan secara liar di Indonesia setiap tahunnya menelan kerugian tiga puluh dua triliun rupiah. Selain akibat penjualan kayu secara ilegal, kerugian lain berupa rusaknya infrastruktur, permukiman penduduk, dan lahan pertanian akibat bencana alam karena rusaknya hutan.
Untuk mengurangi pembalakan liar, Transparency International Indonesia dan Program Kehutanan Multipihak menggulirkan Rencana Aksi Strategis untuk Program Pemantauan Penerapan Legalitas Kayu.
Direktur Program Kehutanan Multipihak Diah Raharjo mengatakan, kerugian akibat penebangan liar memang tidak bisa hanya diukur dari nilai kayu saja.
Untuk mengurangi praktek ilegal logging atau pembalakan liar, pemerintah mulai 1 September memberlakukan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya transaksi kayu ilegal.
Pelaksanaan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu atau SVLK yang mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 38 Tahun 2009 dilakukan karena hingga kini praktik pembalakan liar masih terjadi akibat buruknya manajemen kehutanan dan praktik korupsi.
Reporter CVC di Jakarta Jojo Raharjo melaporkan, penanganan masalah pembalakan liar harus memperhatikan peran masyarakat sipil.
Audio:
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Praktek penebangan hutan secara liar di Indonesia setiap tahunnya menelan kerugian tiga puluh dua triliun rupiah. Selain akibat penjualan kayu secara ilegal, kerugian lain berupa rusaknya infrastruktur, permukiman penduduk, dan lahan pertanian akibat bencana alam karena rusaknya hutan.
Untuk mengurangi pembalakan liar, Transparency International Indonesia dan Program Kehutanan Multipihak menggulirkan Rencana Aksi Strategis untuk Program Pemantauan Penerapan Legalitas Kayu.
Direktur Program Kehutanan Multipihak Diah Raharjo mengatakan, kerugian akibat penebangan liar memang tidak bisa hanya diukur dari nilai kayu saja.
Audio:
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Multistakeholder Forestry Programme