EU, Indonesia to curb illegal timber sales
A European deal with Indonesia aimed at curbing the trade of illegally harvested wood could have wide-reaching implications, an official said. (more…)
A European deal with Indonesia aimed at curbing the trade of illegally harvested wood could have wide-reaching implications, an official said. (more…)
Selama satu semester Oktober 2010 sampai dengan Maret 2011, Forest Governance and Multistakeholder Forestry Programme (MFP II) telah mencatat berbagai kemajuan dari tiga output yang menjadi target dari program MFP II. (more…)
Indonesia is expected to become the first Asian country to conclude a timber trade agreement with the EU after negotiators agreed to conclude an agreement within three months. (more…)
Kemajuan Forest Governance and Multistakeholder Forestry Programme (MF) selama 3 (tiga) bulan untuk periode bulan Oktober sampai dengan Desember 2010 yang disampaikan dalam laporan ini adalah bagian dari kegiatan MFP II untuk Tahun Anggaran 2010/2011. Pelaksanaan program yang besar dilakukan oleh Tim Program Management Unit (PMU) adalah menyiapkan semua Term of Reference (ToR) dari keseluruhan kegiatan yang ada dalam AWP 2010/2011. (more…)
Pertemuan-pertemuan penting menuju penandatanganan Voluntery Partnership Agreement (VPA) antara Indonesia dan Uni Eropa berlangsung hingga saat ini. Join Expert Meeting (JEM) dan Technical worklns Group (TWG), sebagai pertemuan antara Indonesia dengan pihak Uni Eropa yang membahas dokumen-dokumen penting menuju VPA nampaknya akan memasuki putaran akhir. (more…)

Illegal logging is the harvesting of timber in contravention of the laws and reguations of the country of harverst. Illegal logging is a global problem with significant negative economic, environmental and social impact. (more…)
FOREST GOVERNANCE and Multistakeholder Forestruy Program (MFP II - Kehati) is a program that supports good forestry governance through SVLK and promotes commitment of Indonesia in ensuring the world that the timber of Indonesia is legal and accountable for its source. One of the activities conducted by MFP II was doing a Study of Legal Timber Products Demand in Major Markets as a part of MFP goals to support SVLK acceptance in the International market. (more…)
BUKU Analisis Legal Teks Voluntary Partnership Agreement (VPA) antara Indonesia Uni eropa ini merupakan hasil studi yang dilakukan Forest Governance and Multi-stakeholder Forestry Programme (MFP-II) terhadap legal teks VPA. MFP II yang merupakan program kerjasama bilateral bidang Kehutanan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Inggris dan memliki fokus pada isu Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) sebagai instrumen dalam rangka perbaikan tata kelola kehutanan dan kerjasama perdagangan kayu legal seperti Voluntary Partnership Agreement (VPA) sebagaimana diperkenalkan oleh Uni Eropa, memandang bahwa pemahaman yang mendalam terhadap teks hukum VPA sangat diperlukan dalam rangka memberikan informasi dan khazanah tentang teks hukum VPA sehingga dapat memperkuat posisi dan pemahaman delegasi Indonesia dalam negosiasi VPA. (more…)
Forest governance and Multistakeholder Forestry Programme (MFP II) mengelar Training for Trainers Independent Forest Monitoring (ToT IFM) untuk pertama kalinya di Solo. Training yang diikuti oleh 19 orang itu berlangsung selama 6 hari dari tanggal 29 November hingga 4 Desember 2010. Peserta training berasal dari berbagai lembaga di beberapa wilayah di Indonesia seperti Jogjakarta, Jabotabek, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. (more…)
Forest Governance and Multistakeholder Forestry Programme berpartipasi dalam Sosialisasi SVLK di Propinsi Jawa Timur, Selasa (10/11). Ini merupakan sosialisasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) kedua yang pernah dilakukan MFP di Surabaya. (more…)
Forest Governance and Multi-stakeholder Forestry Programme (MFP-II) is a collaborative program Forestry bilateral field between the Government of Indonesia with the British Government. This goal program are all traded Indonesian timber demonstrated legal, as a precondition for effective forest governance, sustainable forest management. MFP-II activities directed to achieve three main output : (1) Sufficient capacity to implement SVLK (Supply chain control, accreditation processing, auditing, independent auditing, independent monitoring, licensing and structuring implementation mechanism); (2) SVLK certified timber recognized in key international markets; (3) Representative mechanism in place to review and strengthen SVLK implementation