Film ini menceritakan pola hidup para petani hutan di daerah Wonosobo, Jawa Tengah dan keberhasilannya mengelola hutan negara. Dilengkapi wawancara dengan para stakeholder pengelolaan hutan di Wonosobo, baik dari wakil DPRD sampai petani sendiri, film ini menyentuh topik – topik seperti perlunya stabilisasi harga kayu sengon (Albizia) -produk hutan yang paling beruntung bagi petani -, keuntungan bagi lingkungan dan alam dari cara mengelola hutan yang dilakukan oleh petani, dan inisiatif petani untuk membentuk kelompok.
Dengan gaya lembut, film ini menyakinkan penonton bahwa petani hutan di Wonosobo layak diberi hak mengelola hutan negara. Belajar Dari Rakyat membuktikan kebijakan DPRD dan Pemerintah daerah Wonosob yang tengah berupaya melegalisasi penyerahan pengelolaan hutan negara dari Perhutani kepada masyarakat.
Durasi - 16:53
Sutradara -Irak
Produser - Ronald M Ferdaus
Produksi - AruPA & Koling
Melalui cerita sederhana dimana seorang ayah mengantar anaknya ke desa petani gula, penonton diajak mengintip pola hidup petani gula serta proses pembuatan gula. Berlokasi di Banyumas, Jawa Tengah, Cerita Manis Akhir Pekan mendukung masyarakat yang mengantungkan kehidupan mereka pada produk hutan bukan kayu, yaitu: air kelapa yang dijadikan gula merah.
Durasi - 17:20
Sutradara - Gama Marhaendra
Produksi - Komunitas Pendukung Penyelamatan Hutan Jawa (KPPHJ) & Pusat Pengembangan Produk Rakyat
Video ini mengambarkan perjuangan petani gula yang tinggal di dalam kawasan Taman Nasional Kutai, Kalimantan. Para petani ini mengunakan aren untuk meningkatkan ekonomi tanpa merusak hutan sekitarnya.
Durasi - 20:00
Produser - Mukti Ali Aziz
Produksi -Bikal -Yayasan Binakelola Lingkungan
Length - 12:34
Producer -Yasir Al Fatah
Produced by -LPMA, Borneo Selatan
This film discusses the Kedaulatan Atas natural resource management program conducted by the traditional communities in Pegunungan Meratus, South Kalimantan. With the support of the government, which has changed its regional policy to include recognition of traditional (adat) communities, this community has begun to promote non-timber forest products. The Dayak community shows its enthusiasm through the establishment of OAM (Organisasi Adat Meratus), which has established an economic organization in each village. The potential of the forest is being marketed by studying high-quality product processing techniques and the development of attractive product packaging for sale. The film provides comprehensive information about traditional community activities in Meratus, and will serve as an inspiration for traditional communities in other villages.
The program objectives are to strengthen government and civil society partnerships at local and national levels to build capacity, empower community forest managers and develop and implement policy. In particular, the program will work to nurture and strengthen its network of Community Foundations in the regions, established with previous program support.